HARI BUMI (EARTH DAY)

21 Apr 2020   Ku Ka   Gaya Hidup   Dibaca : 202 kali.
Hari Bumi (Earth Day)

Earth Day atau Hari Bumi adalah hari yang dirayakan warga di seluruh dunia untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Meski dirayakan pada tanggal 22 April setiap tahunnya, namun rangkaian perayaannya dilakukan beberapa hari sebelum tanggal tersebut dengan berbagai aksi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kelestarian lingkungan. Kalau biasanya jutaan warga turun ke jalan untuk melakukan aksi terkait isu lingkungan, namun hal itu tidak akan terjadi tahun ini, alasannya apa lagi kalau bukan karena…..virus corona atau Covid-19. 

Yep, sejak banyak warga dari berbagai belahan dunia dalam masa self quarantine dan physical distancing, nama Earth Day tahun ini bukan cuma Earth Day, tapi ada kepanjangannya, yaitu “Earth Day at Home”. Aksinya pun diganti menjadi aksi menggambar atau mewarnai, selain itu kamu juga bisa bikin semacam prakarya dari bahan-bahan bekas yang ada di rumah masing-masing untuk menyampaikan pesan terkait lingkungan. Menurut pimpinan Earth Day Network, Kathleen Rogers, gara-gara corona, tahun ini Earth Day menjadi the first ever digital Earth Day, karena kampanye lingkungan bakal dilakukan secara online.

Seperti yang kalian ketahui, seiring dengan makin banyaknya yang tinggal #dirumahaja, kondisi bumi pun berangsur-angsur membaik. Hal ini terlihat dari udara yang makin bersih, hewan liar yang bermunculan, hingga konsumsi batu bara yang menurun drastis. Dengan turunnya konsumsi ini, maka pembakaran batu bara juga berkurang, dan hasilnya, efek gas rumah kaca juga makin berkurang.

Untuk menghilangkan kebosanan selama #dirumahaja, kamu bisa melakukan beberapa langkah atau tindakan sederhana berikut bersama keluarga, sambil mengajarkan kepada anak pentingnya peduli dengan lingkungan:

1. Membuang sampah pada tempatnya


Cara ini adalah hal dasar guna menanamkan kepedulian anak terhadap lingkungan. Smart Parents harus mencontohkan dan membiasakan anak untuk membuang sampah pada tempatnya. Anda perlu menjelaskan kepada anak bahwa membuang sampah di sembarang tempat bisa berakibat buruk bagi lingkungan, seperti banjir yang bisa merusak rumah dan menyebarkan penyakit kulit. Jadi, kalau belum menemukan tempat sampah, sebaiknya anak menyimpan atau membawa dahulu sampahnya, baru dibuang di tempat sampah setelah menemukannya, bukan langsung membuangnya di jalan raya atau sungai.
2. Berhemat menggunakan listrik dan air


Peduli terhadap lingkungan bisa dilakukan dengan melakukan penghematan energi, seperti listrik dan air. Mematikan TV jika tidak ditonton, mematikan keran air setelah selesai mandi, membuka jendela di siang hari sehingga tidak menggunakan AC, dan tidak menyalakan lampu saat hari masih terang.

3. Menjalankan program Reuse-Reduce-Recycle (3R)

Biasakan diri memisahkan sampah yang bisa didaur ulang dari sampah lainnya. Sampah yang bisa didaur ulang yaitu sebagai berikut:

  • Kertas bekas, koran bekas, kardus;
  • Wadah, botol & gelas (cup) minuman/makanan dari plastik;
  • Botol shampoo & sabun;
  • Besi-besi bekas, paku, kawat, dsb.

Membedakan sampah organik dan non-organik. Sampah organik yang bisa membusuk (misalnya: sisa makanan, daun-daunan, kulit buah & sayuran) dapat digunakan sebagai pupuk, sehingga dapat menyuburkan tanah pekarangan.
4. Menggunakan produk ramah lingkungan
Kebiasaan ini tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga tidak menghasilkan sampah. Misalnya, mengganti penggunaan tisu dengan sapu tangan, menggunakan sedotan stainless, dan membawa tas belanja saat bepergian untuk mengurangi penggunaan kantung plastik.
5. Belajar menanam pohon dan berkebun
Kalian juga bisa mengajak anak menanam pohon atau berkebun di halaman rumah sendiri. Kalau tidak memiliki halaman atau tinggal di apartemen, bisa membeli tanaman kecil untuk ditanam di pot. Dengan memiliki tanaman, anak akan belajar mencintai dan merawat tanaman itu hingga tumbuh besar. Contohnya menyiram, memberi pupuk, sampai menaruhnya di tempat yang terkena matahari. Hal kecil ini bisa menumbuhkan kepedulian anak terhadap lingkungan dan menerapkannya pada lingkungan sekitar yang jangkauannya lebih luas.
Kita bisa mulai mencintai bumi melalui hal-hal kecil diatas, jangan rusak bumi sudah yang diciptakan dengan segala keindahannya sebagai tempat tinggal kita bersama.

Tunjukkan aksi peduli lingkunganmu dengan menggunakan produk-produk up/recycle dari para pengrajin kreatif Indonesia, dengan membeli produk mereka kamu juga bisa membantu UMKM untuk terus berkarya. Mulai tanamkan “cinta produk Indonesia” dalam diri kita masing-masing, yuk! Cek produk mereka di kuka.co.id/thelocalmarket

#dihatiKU #KAmudekat #KuKauntukIndonesia

Sumber:
blog.ruangguru.com; Catch Me Up

(CI)

Comments
Use a Facebook account to add a comment, subject to Facebook's Terms of Service and Privacy Policy. Your Facebook name, photo & other personal information you make public on Facebook will appear with your comment, and may be used on Starvision's media platforms. Learn more.