NASIB UMKM DI TENGAH PANDEMI GLOBAL

06 Apr 2020   Ku Ka   Kabar Ku Ka   Dibaca : 758 kali.
Nasib UMKM di tengah Pandemi Global

Roda ekonomi harus tetap berputar. Tetapi bagaimana itu terjadi kalau tak ada yang menggerakkan?

 
Sebagaimana mestinya proses jual beli, adanya penjual haruslah ada pembeli. Tetapi, dampak pandemi global ini membuat ekonomi di Indonesia kian melemah. Para pembeli yang biasanya berbelanja ke pasar, toko atau mall, sedang melakukan karantina mandiri, dampaknya, UMKM mau tidak mau harus putar otak untuk tetap bertahan hidup dengan cara-cara lain.

Pada krisis ekonomi tahun 1998 dan 2008, sektor UMKM memang bukan sektor yang terdampak krisis, karena mayoritas UMKM belum mempunyai akses permodalan dari BUMN, pemerintah atau swasta seperti sekarang ini. Namun berbeda dengan masa sekarang, sektor UMKM justru paling rentan atas imbas pandemi global ini.

Ketua Umum HIPMI JAYA, Afifuddin Suhaeli Kalla mengatakan, omset UMKM di Indonesia telah berkurang hingga 70% dalam sepekan terakhir (30/3). Data Goldman Sachs menunjukkan sebanyak 96% pemilik UMKM di Amerika Serikat telah merasakan dampak dari pandemi COVID-19 dan 75% dari usaha mereka mengalami penurunan penjualan.

Mengutip Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki dalam wawancaranya dengan kontan.co.id, Presiden Joko Widodo sebelumnya meminta semua jajaran pemerintah melakukan relokasi anggaran dan refocusing kebijakan guna memberi insentif ekonomi bagi pelaku UMKM dan informal, sehingga tetap dapat berproduksi dan beraktivitas juga tidak melakukan PHK. Pak Menteri menambahkan, Presiden Joko Widodo memberikan perhatian yang serius terhadap pelaku UMKM dan sektor informal dalam menyikapi dampak ekonomi akibat pandemi COVID-19.

Oleh karenanya, di masa sekarang, penggunaan teknologi akan menjadi solusi terbaik untuk membantu roda perekonomian UKM tetap berjalan. Ada 5 tips bagi UMKM agar tetap bertahan di masa pandemi ini:

1. Pemanfaatan Sosial Media

Adanya himbauan #physicaldistancing, media sosial dapat menjadi salah satu cara dalam mempromosikan produk atau usaha yang kamu miliki. Jadikan media sosial sebagai saluran pemasaran utama apabila kamu biasa memanfaatkan event atau berjualan offline. Kamu bisa memberikan promo diskon atau bundling product, pemasangan Ads di Facebook/Instagram dan bisa juga dengan melakukan broadcast message ke teman-teman.

2. Menjaga Cashflow Selalu Stabil

Unsur penting lainnya adalah, kamu harus mampu mengelola arus kas/uang tunai secara optimal. Banyak UMKM yang terbiasa berjualan offline, menjadi terhambat cashflow-nya karena penagihan/pembayaran kepada mitra biasa dilakukan manual atau dengan tatap muka.

3. Rencanakan Ulang Anggaran Biaya

Pelaku UMKM sebaiknya memilah anggaran mana yang menjadi prioritas dan melakukan penyesuaian dengan kondisi saat ini.

4. Memonitor Transaksi Penjualan/Pembelian

Kita dipaksa untuk memaksimalkan penggunaan transaksi perbankan secara online di rumah. Pastikan anda memeriksa setiap detail transaksi, baik itu transaksi yang organic langsung ke rekening anda atau melalu pihak ketiga (e-commerce). Jangan lupa juga untuk selalu menjaga keamanan bertransaksi secara online.

5. Perhatikan Ketersediaan Stok Barang 

Selalu cek ketersediaan barang secara berkala. Jika ada barang yang bahan bakunya harus dibelanjakan, lakukan pembelian dalam skala kecil terlebih dahulu dan dilakukan secara online atau menggunakan jasa ekspedisi untuk meminimalisir bepergian ke luar rumah. Ada baiknya menerapkan sistem PO (Purchase Order), sehingga anda tidak perlu mengeluarkan dana besar untuk belanja bahan baku.

Meskipun sulit, sejumlah pelaku UMKM harus tetap bersiasat agar usaha tetap jalan.

Yuk, kita dukung selalu UMKM di Indonesia supaya mereka tetap bergerak sebagai andil dalam perputaran roda ekonomi di Indonesia. Mulai tanamkan “cinta produk Indonesia” dalam diri kita masing-masing. Memberikan tip atau sekadar bantu share usaha yang sedang mereka promosikan adalah langkah kecil yang bisa saja berdampak besar, lho.

Nah, bagaimana caramu mendukung UMKM supaya tidak gulung tikar?
#dihatiKU #KAmudekat #KuKauntukIndonesia

Sumber: kontan.co.id
Gambar: https://marketeers.com/menilik-potensi-besar-industri-penghasil-gerabah-dan-keramik-hias/

(CI)

Comments
Use a Facebook account to add a comment, subject to Facebook's Terms of Service and Privacy Policy. Your Facebook name, photo & other personal information you make public on Facebook will appear with your comment, and may be used on Starvision's media platforms. Learn more.