RAHAJENG RAHINA NYEPI SEMETON SARENG SAMI

16 Mar 2020   Ku Ka   Kabar Ku Ka   Dibaca : 361 kali.
Rahajeng Rahina Nyepi Semeton Sareng Sami

Siapa yang gak kenal Bali? Hampir seluruh penduduk dunia pernah menginjakkan kaki di daerah yang dijuluki Pulau Dewata ini. Provinsi yang mayoritas penduduknya beragama Hindu ini telah tersohor hingga ke pelosok negeri. Dengan keramahtamahan penduduknya, pemandangan yang menyejukkan serta nilai kebudayaan dan keagamaan yang mengikat begitu kental menarik orang untuk kembali ke Bali. 

Pada tanggal 25 Maret, umat Hindu memperingati hari raya Nyepi yang dirayakan setiap tahun Baru Saka. Hari ini jatuh pada hitungan Tilem Kesanga (IX) yang dipercayai merupakan hari penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup. Untuk itu umat Hindu melakukan pemujaan suci terhadap mereka. Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi atau senyap). Tujuan utamanya adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia/microcosmos) dan Bhuana Agung (alam semesta/macrocosmos).
Apa aja sih rangkaian upacara yang dilakukan umat Hindu saat hari raya Nyepi?
Melasti




Gambar: komangputra.com

Tiga atau dua hari sebelum Nyepi, umat Hindu melakukan penyucian dengan melakukan upacara Melasti/Melis/Mekiyis. Segala sarana persembahyangan yang ada di Pura diarak ke pantai atau danau, karena dianggap sebagai sumber air suci (tirta amerta) dan bisa menyucikan segala leteh (kotor) di dalam diri manusia dan alam.

Tawur (pecaruan) dan Pengrupukan



Gambar: CNN Indonesia

Sehari sebelum Nyepi, umat Hindu melaksanakan upacara Buta Yadnya dengan membuat salah satu dari jenis-jenis caru (semacam sesajian) berdasarkan kemampuan masing-masing. Caru yang dibuat di rumah masing-masing terdiri dari nasi lima warna berjumlah 9 paket beserta lauk pauknya, seperti ayam berwarna-warni disertai arak/tuak. Buta Yadnya ini ditujukan kepada Sang Buta Raja, Buta Kala dan Barata kala dengan harapan supaya mereka tidak mengganggu umat. Upacara ini diikuti dengan upacara pengrupukan yaitu menyebar-nyebar nasi tawur, megobori rumah dan pekarangan dengan mesiu, serta memukul benda apapun (biasanya kentongan) hingga bersuara gaduh. Di Bali biasanya dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh yang merupakan perwujudan Buta Kala yang diarak keliling lingkungan, dan kemudian dibakar untuk mengusir Buta Kala dari lingkungan sekitar.

Catur Brata

 

 

Gambar: qureta.com
Pada hari raya Nyepi umat Hindu melaksanaan Catur Brata yaitu penyepian yang terdiri dari:

  1. Amati geni (tidak menghidupkan api)
  2. Amati karya (tidak bekerja)
  3. Amati lelungan (tidak mendengarkan hiburan)
  4. Melaksanakan tapa, brata, yoga dan semadhi

dimana beberapa hal diatas dilakukan dengan tujuan memulai hidup baru yang bersih atau kesucian lahir batin.

Ngembak Geni


 

Gambar: BaliExpress
Rangkaian terakhir adalah hari
Ngembak Geni dimana umat Hindu melakukan Dharma Shanti dengan keluarga besar dan tetangga, mengucap syukur dan saling maaf memaafkan (ksama) satu sama lain, untuk memulai lembaran tahun baru yang bersih. Inti Dharma Shanti adalah filasafat Tattwamasi yang memandang bahwa semua manusia di seluruh penjuru bumi sebagai ciptaan Ida Sanghyang Widhi Wasa hendaknya saling menyayangi satu dengan yang lain, memaafkan segala kesalahan dan kekeliruan. Hidup di dalam kerukunan dan damai.
Manusia kembali mengevaluasi relasi antara manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhan Penciptanya, serta manusia dengan alam. Sama-sama mencari keseimbangan dalam kehidupan.
Bagaimana dengan kalian??
Sambil merenungi apa saja yang sudah kita lakukan dalam mencapai keseimbangan hidup, kamu bisa belanja produk yang dibuat dengan sepenuh hati oleh para pengusaha dan pengrajin lokal dan sudah Ku Ka
siapkan di https://www.kuka.co.id/promo/detail/Hidup-Seimbang-Dengan-Produk-Lokal-Indonesia


Sumber: Wikipedia

(CI)
 

 

Comments
Use a Facebook account to add a comment, subject to Facebook's Terms of Service and Privacy Policy. Your Facebook name, photo & other personal information you make public on Facebook will appear with your comment, and may be used on Starvision's media platforms. Learn more.