NAMMINA HOME

01 Oct 2018   Ku Ka   Saatnya Lokal   Dibaca : 712 kali.
Nammina Home

Menjalani bisnis bukanlah sesuatu yang mudah. Namun jika dilakukan dengan hati dan cinta, proses yang dijalani akan terasa menyenangkan dan semua rintangan pun senantiasa dihadapi dengan hati yang senang. Inilah yang dijalani oleh Nammina Home yang berbisnis dengan hati dalam menghasilkan produk lokal yang membuat siapapun yang melihatnya lekas jatuh cinta. Baca obrolan Ku Ka dengan Nammina Home dan dapatkan inspirasinya!


Bagaimana sih cerita berdirinya Nammina Home?



Sebelum membangun Nammina Home, saya (Vanda) dan partner Ariyani Mawardi, menjalankan bisnis fashion dengan batik sebagai material utamanya. Hingga suatu hari, di tahun 2015, saya sebagai desainer merasa tertantang ingin mengubah produk bisnis, tanpa meninggalkan dunia tekstil dengan desain yang lebih orisinil, mengandung unsur edukasi dan tetap mengusung wawasan tentang Indonesia.


Pilihan awal yang saya sasar adalah cover cushion, karena saya merasa cover cushion merupakan salah satu ornamen menarik dalam sebuah interior rumah. Eye catchy. Bisa menjadikan ruang keluarga cantik sekaligus menjadi media pembelajaran bagi anak-anak di rumah.


Desain awal yang saya gambar adalah seri Peta Indonesia, yaitu pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Seri ini kami kategorikan sebagai EduCushion dan menjadi produk pilihan editor Ayahbunda-Parenting di Community Bazaar di tahun 2015. Ide produk Nammina Home pun membawa pada kami menjadi salah satu finalis dalam Alfamidi Womenpreneur Award 2015. Melihat animo yang didapatkan sangat baik, kami optimis bahwa produk Nammina Home akan mampu bersaing di pasaran.


Bagaimana jatuh bangun Nammina Home?



Seperti bisnis menengah pada umumnya, pergerakan omzet selalu naik turun di mana di saat bersamaan kami memiliki karyawan yang sudah sangat loyal. Target dan strategi pun kami terus jalankan, salah satunya dengan mengembangkan jenis produk menjadi lebih beragam. Nammina Home akhirnya membuat tas, pouch, scarf, pencil case, laptop bag, character doll dan coloring doll. Sejak ragam produk tersebut kami buat, omzet semakin baik dan stabil. Walau masih belum sempurna, tapi kami yakin Nammina Home akan terus berkembang.


Dari mana datang inspirasi design produk yang menggemaskan banget?



Sederhana saja, "hanya" ingin mengenalkan Indonesia di atas media tekstil secara lebih ringan dan penuh warna hingga orang yang melihat merasa harus memiliki, bangga memakainya, menjadikan pilihan sebagai cinderamata untuk keluarga tau kolega yang ada di luar negeri.


Selama ngedesign product pasti pernah dong stuck, saat stuck biasanya mba Vanda ngapain?



Jalan-jalan ke toko buku, galeri seni, museum, atau colek-colek teman-teman yang se-frekwensi dalam hal kreativitas apapun untuk ngopi dan ngobrol bareng.


Bicara harga, product Nammina Home kan bisa dibilang lumayan mahal ya. Bagaimana trick Nammina Home untuk bisa bersaing dengan produk serupa yang lebih murah? Takut kalah saing kah?



Sebenarnya harus disatukan dulu persepsi mahal di sini. Bagi kami, harga Nammina Home masih masuk akal, karena walau banyak produk serupa, tetapi desain dan konsep orisinil tetap tidak tergantikan. Dari sisi kualitas, kami menggunakan kain, dan pernak-pernik seperti tali tas, ring besi dll dengan kualitas terbaik, produk Nammina Home juga tidak akan luntur walau dicuci berkali-kali.


Sampai saat ini, pelanggan terbanyak kami adalah pelanggan yang sudah belanja sejak Nammina Home berdiri, bahkan merekalah yang seringkali membawa pelanggan baru, hal ini cukup membuktikan bahwa desain dan kualitas produk Nammina Home masih mampu mampu menjamin kepercayaan pelanggan dan siap bersaing di pasaran.


Kesan produk lokal untuk Nammina Home bagaimana? Pesan untuk pejuang produk lokal, dong.



Produk lokal Indonesia semakin hebat. Kreativitas wirausahawan muda luar biasa sekali. Kondisi ini mampu melahirkan optimisme baru untuk berkibarnya produk lokal Indonesia di seluruh dunia. Apalagi dengan lahirnya marketplace seperti Kuka, membuat semangat para pengusaha kreatif semakin berkobar. Pesan untuk pejuang lokal itu satu: Konsisten dan Persisten-lah! :)


Sudah terinspirasi? Mari berbisnis dengan hati untuk membuat makin banyak orang jatuh hati dengan produk lokal. #SaatnyaLokal


Foto: dok pribadi Nammina Home


Debbie
Penikmat Singkong Goreng Mekar yang Digoreng Dadakan

Comments
Use a Facebook account to add a comment, subject to Facebook's Terms of Service and Privacy Policy. Your Facebook name, photo & other personal information you make public on Facebook will appear with your comment, and may be used on Starvision's media platforms. Learn more.