MENYEJAHTERAKAN DAN MENERANGI CITA-CITA PROJECT MUMMY

20 Aug 2018   Ku Ka   Ku Ka Sosial   Dibaca : 613 kali.
Menyejahterakan dan Menerangi Cita-cita Project Mummy

“Berhenti kutuki kegelapan, mulailah nyalakan lilin.” - Anies Baswedan kira-kira hal ini bisa menggambarkan Project Mummy. Satu kawan Ku Ka yang memiliki bisnis pembuatan lilin yang dibuat oleh tiga ibu di desa Prambanan. Tiga ibu yang mendapat empowerment dari Tya Sumarsono mampu menerangi kehidupan keluarganya dari yang sebelumnya gelap gulita.


Simak ngobrol santai Mba Tya dengan Ku Ka yang seru dan mencerahkan.


Awal mula berdirinya Project Mummy bagaimana ceritanya, mba Tya?

Awalnya Project Mummy berdiri dari inisiatif saya setelah lulus sekolah pascasarjana di luar negeri. Saat itu saya kembali ke Indonesia tepatnya Jakarta. Karena orangtua memutuskan untuk pindah ke Jogjakarta, saya pun ikut serta. Setelah mengetahui perkembangan pembuatan skin care di Indonesia sangat pesat, saya pun ikut serta. Waktu itu saya belum tahu ternyata pembuatan skin care harus memiliki izin BPOM agar bisa dijual secara massive. Pada waktu yang bersamaan saya pun telah membuat lilin bersama para Ibu di Prambanan. Mengetahui lilin tidak membutuhkan izin atau tes, saya pun memutuskan untuk meneruskan pembuatannya hingga kini.


Kenapa namanya Project Mummy, mba Tya?


Pekerja di Project Mummy semuanya merupakan ibu. Ibu-ibu ini tadinya bekerja di rumah mereka, pekerjaan serabutan saja untuk menyambung hidup mereka sehari-hari. Mereka bekerja untuk membantu suaminya agar anak-anak mereka bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Kasih mereka kepada keluarganya tidak terbatas, sepanjang masa. Hal-hal inilah yang mendasari penamaannya Project Mummy.


Goal Project Mummy apa sih?

Goals dari Project Mummy itu menyejahterakan para ibu yang bekerja. Di Project Mummy, tiga ibu yang bekerja diberi upah melampaui UMR Jogjakarta. Harapan saya sebagai founder bahwa Project Mummy tidak hanya dapat membuat keluarga para ibu ini bisa menyambung hidup dari hari ke hari namun bisa menyekolahkan anak hingga lulus setidaknya SMA dan keluarganya bisa juga mendapatkan hiburan. Dengan begitu para ibu mendapatkan work-life balance yang dibutuhkan semua orang, bukan hanya sekadar bekerja tanpa henti. Dua goals simple yang bisa dicapai oleh Goal Project Mummy.


Hasil penjualan akan diperuntukkan ke mana saja selain upah para pekerja?


Hasil penjualannya selama ini masih untuk produksi lilin saja karena kita sekarang juga merambah offline store. Kita ingin saat customer beli di Ku Ka stock selalu ada sehingga customer tidak perlu menunggu lilinnya dibuat.


Kesan dan pesan Mba Tya tentang produk lokal bagaimana?


Tidak dipungkiri produk lokal susah bersaing dengan produk dari luar negeri. Tidak perlu jauh hingga ke Cina, produk lokal kita saja masih kalah dengan produk buatan Vietnam. Padahal produk UMKM Indonesia bisa memperbaiki packaging nya dengan semaksimal mungkin untuk menaikkan harga jual dan ketertarikan pengguna.


Foto-foto: dokumentasi pribadi Project Mummy

(Anna Debora)

 

Comments
Use a Facebook account to add a comment, subject to Facebook's Terms of Service and Privacy Policy. Your Facebook name, photo & other personal information you make public on Facebook will appear with your comment, and may be used on Starvision's media platforms. Learn more.